-->

Assalamualaikum Mr. Kim _Part 10! Back


"Ayo, nanti kamu terlambat Seul-ah" Teriak Chanwoo menunggu Wooseul yang sedang bersiap-siap.
"Sebentar oppa aku lupa menaruh jam ku." Balas Wooseul teriak.
"Dasar pelupa, cepat sini jam mu ada di dekat tv ruang tengah."
Wooseul yang mendengar itu langsung berlari menuju Chanwoo.
"Mana?" Tanya Wooseul dan Chanwoo memberikan benda kecil yang berharga untuk Wooseul.
"Itu jam udah usang, udah gak layak pake, masih aja kamu gunakan."
"Ini berarti oppa kenangan dari teman masa kecil ku."
"Teman mu itu mungkin sudah lupa."
"Ahh oppa, sudah ayo."
****
Sesampainya di campus mereka berdua berjalan menyusuri lorong demi lorong untuk sampai di depan kelas Wooseul, karena sesuai pesan dari appanya Chanwoo harus mengantar putri kesayangan Sampai di depan kelasnya.
"Wooseul-ya." Panggil Mingyu dari arah belakang mereka, Mingyu sedang bersama dengan kedua temannya Vernon dan Jungkook. Dan mereka pun berjalan kearah Wooseul dan Chanwoo berada.
"Ada apa Mingyu-ya?" Tanya Wooseul.
"Anni, hanya ingin menyapa, bagaimana kabar mu?"
"Alhamdulillah baik, Ini? teman-teman mu?" 
"Iya, Ah ya kenalkan sih pria bule ini Vernon, dan yang ini Jungkook." Mingyu sembari menunjuk kearah Jungkook dan Vernon memperkenalkan kedua temannya kepada wooseul.
Vernon mengulurkan tangannya, tapi seperti biasa Wooseul menolak dengan hanya menyatukan kedua tangannya sendiri sambil tersenyum. Dan bukannya tangan wooseul yang menjabat tangan Vernon tapi Chanwoo, menyadari itu Vernon langsung melepas paksa jabatan Chanwoo.
"Kau ini apaan sih." Cercah Vernon.
"Kau yang apaan, Mingyu-ya beritahu teman mu jangan berani-berani menyentuh tangan mahal adik sepupu ku apalagi bagian lainnya." Ucap Chanwoo, setelah itu menarik Wooseul menjauh dari mereka bertiga.
"Yak! Sombong sekali kau Chanwoo-ya."
Vernon murka mendengar ucapannya, bukan maksud Chanwoo untuk sombong atau ingin membuat pertengkaran antara dirinya dan teman-teman Mingyu hanya saja dia tidak mau adik sepupunya itu menjadi bahan mainan Mingyu dan teman-temannya atau bisa saja kejadian beberapa hari yang lalu terulang lagi. Mengingat memang banyak sekali yang mengidolakan mereka dikampus ini.
"Sudah Vernon, Wooseul memang tidak boleh bersentuhan selain dengan keluarganya." Mingyu mencoba menjelaskannya pada Vernon.
"Sudah lah lagian juga Chanwoo mungkin ingin melindungi Wooseul." Sahut Jungkook yang sedari tadi hanya diam.
****
Hari berjalan bergitu cepat dan perlahan petang pun menghampiri, seperti biasa sekarang Chanwoo sedang berjalan bersandingan dengan Wooseul karena semua kelas yang mereka ambil hari ini sudah selesai.
"Mau langsung pulang atau mampir ke suatu tempat? Barangkali kamu ingin kemana gitu? Ke sungai Han?"
Wooseul menoleh kearah Chanwoo, terlihat bingung tidak seperti biasanya kakak sepupu nya itu menawari nya untuk mampir ke sesuatu tempat padahal biasanya dia pasti akan menolak jika Wooseul memintanya mampir meskipun pasti akan luluh juga saat Wooseul mengeluarkan jurus andalannya.
"Oppa yakin?" Tanya Wooseul meyakinkan.
Chanwoo mengangguk, "jja.. sekarang kamu mau kemana? Sungai Han?"
Mendengar kata sungai Han dari mulut Chanwoo membuatnya bersemangat.
"Iya, kita ke sungai Han saja."
****
Sesampainya di sungai Han Wooseul langsung berjalan kearah pinggir sungai, bukan di jembatan ya tapi dia sedang berada dipinggir sungai. Melepas sepatunya  mencari tempat yang nyaman dan duduk sambil memasukkan kakinya kedalam sungai.
Chanwoo yang melihat itu gemas dan ingin menyubit pipi adik sepupunya itu.
"Senang hm?” tanya Chanwoo sembari mencubit pipi chubby adik nya itu.
"Sangat senang, semenjak waktu itu aku sudah lama tidak kesini."
"Mau sesuatu? Mau minum? Atau ice cream?"
"Dua-duanya, aku sedang haus oppa tapi aku juga ingin ice cream."
"Dasar Wooseul ya tetap Wooseul tidak akan berubah."
"Kalau aku berubah, tidak akan ada adik manis mu dan Joshua oppa."
Wooseul tertawa cukup keras, Chanwoo berpamitan untuk membeli apa yang Wooseul inginkan.
Sesaat Chanwoo pergi tiba-tiba ada  seseorang yang duduk di samping Wooseul dan ikut memandang air sungai dan sesekali membuatnya menjadi mainan.
Wooseul menoleh dan mendapati orang yang sudah lama tidak dia lihat, Kim Hanbin.
"Oh Hanbin oppa?”
"Hai" sapa Hanbin sambik tersenyum.
"Sedang apa oppa kemari?”
"Menunggu mu."
"Apa?" Wooseul bingung dengan ucapan Hanbin.
"Iya menunggu mu, aku setiap hari datang kesini diwaktu istirahat dan pulang kerja. Aku ingin bertemu dengan mu lagi untuk kesekian kalinya."
"Ah kenapa oppa menunggu ku, ah maksud ku oppa tidak perlu repot-repot menunggu ku yang belum tentu berada disini setiap hari."
"Aku ingin tau bagaimana kabar mu, apa kau baik-baik saja? Ku dengar beberapa hari lalu terjadi sesuatu dan aku khawatir, boleh aku meminta sesuatu yang bisa membuat ku menghubungi mu? Maksudku nomor mu begitu?”
Hanbin mengeluarkan ponselnya dari seku celananya, dan menyodorkan pada Wooseul dengan sopan.
"Ah ya boleh, aku juga sudah tidak apa-apa. Oppa tau darimana kejadian beberapa hari yang lalu?" Wooseul mulai mengetik beberapa nomer pada ponsel Hanbin.
"Aku anak kedua dari keluarga Kim dan aku adik sekaligus kakak dari Tae hyung dan Mingyu."
"Omona, jadi kalian bersaudara?” Wooseul kaget mengetahui hal tersebut.
Hanbin mengangguk dan menerima ponsel yang sudah selesai Wooseul gunakan untuk memasukkan nomernya.
Merekapun mengobrol banyak hal, sampai akhirnya terhenti dengan datangnya Chanwoo yang sedang membawa pesanan Wooseul.
"Oh Hanbin hyung?"
"Hai Channie" Hanbin tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
WooKim✌️✌️

0 Response to "Assalamualaikum Mr. Kim _Part 10! Back"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel