Assalamualaikum Mr. Kim _Part 5! Annyeong
"Assalamu'alaikum." Ucap Wooseul sembari keluar dari mobil Taehyung.
Perjalan yang menyenangkan bagi Wooseul dan Taehyung, mereka nenikmati waktu bersama di Itaewon Grand Mosque dengan beberapa pengalaman baru yang Taehyung dapatkan disana, tidak hanya Taehyung yang mendapatkan pengalaman baru tapi Wooseul juga mendapatkan cerita dan pengalaman baru dari penjaga Itaewon yang mengenalnya dan selalu menceritakan cerita-cerita baru yang sangat berkesan.
Clekk..
"Assalamu'alaikum." Salam Wooseul saat memasuki rumahnya dan membuka pintu perlahan.
"Wa'alaikumsalam." Jawab seseorang yang tengah menunggunya diruang keluarga.
"Appa?"
"Darimana saja kamu Seul-ah?" tanya Tuan Hong ayah dari Wooseul.
"Wooseul tadi ke Itaewon Appa, maaf Wooseul lupa bilang pada appa." Jawab Wooseul dengan kepala tertunduk.
"Dengan?"
Wooseul melirik sekilas wajah ayahnya dan dia melihat wajah ayahnya yang serius dan terlihat marah.
"Dengan siapa sayang? Karna tidak biasanya kamu pulang diantarkan menggunakan mobil? Jika Chanwoo atau oppa mu dia pasti akan mengantarmu sampai ke dalam rumah, jadi dengan siapa kamu?"
"Wooseul ke Itaewon dengan Taehyung oppa teman Shua oppa"
"Laki-laki kan? Appa tau Appa sudah mengenalnya tapi sama saja dia laki-laki yang bukan mahram mu."
"Ne jeoseonghamnida appa, Wooseul..."
"Anniya, tapi kamu ingat dia Laki-laki, kamu tidak boleh keluar selain dengan mahram mu, kalaupun kamu mau setidak nya beritahu Appa atau kakak mu biar kita tidak khawatir sayang."
"Ne appa."
"Sudah kamu kekamar sana bersih-bersih keburu magrib."
Wooseul meninggalkan ayahnya dan bergegas pergi kekamanya.
***
Dipagi hari Wooseul berangkat ke kampus dengan Joshua yang mengantarnya, Joshua mengantarkan Wooseul sampai kedalam halaman Kampus. Banyak orang disana yang mayoritasnya adalah Mahasiswi, mereka menatap kearah Wooseul yang keluar dari mobil BMW putih dengan atapnya yang terbuka, ntah apa yang membuat mereka mengalihkan pandangan kearah itu. Wooseul menghampiri Joshua yang juga turun di bagian mobil yang satu nya.
"Seul-ah hati-hati ya? Jangan buat oppa khawatir, jika kamu mau pulang terlambat bilang pada oppa atau pada appa, jangan sampe seperti kemarin untung appa tidak kebingungan mencarimu, dan untung juga Taehyung minta izin pada oppa."
"Ne oppa, Wooseul masuk ya?"
"Belajar yang rajin ya?"
"Siap tuan, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Wooseul mencium tangan kakaknya lalu masuk kearah kampus dengan banyak mata Mahasiswi yang memandang kearahnya, banyak bisik-bisik yang terdengar dari mereka tapi Wooseul mengabaikannya. Yah Wooseul selalu mengabaikannya karena memang dia sering mendapatkan gunjingan, itu karena banyak Mahasiswa/i menganggapnya aneh dengan busananya, baju yang tertutup dari kepala hingga kaki. Hanya satu teman nya Chanwoo, dia teman sekaligus saudara.
Wooseul terus berjalan tanpa memperhatikan sekelilingnya, dan dia berjalan dengan sedikit menunduk.
Bug,,,
"Mianhae.." Ucap orang yang menabraknya
"Anniya, harusnya aku yang minta maaf." Jawab Wooseul.
"Aku yang menabrakmu jadi bukan kamu yang salah,,"
"Kita berdua yang salah."
Laki-laki itu mengulurkan tangannya pada Wooseul, lelaki tinggi dan tampan itu adalah Mingyu.
"Nama ku Mingyu, nama mu?" Tanya Mingyu yang mengajak Wooseul berkenalan, Padahal dia sudah tau nama Wooseul saat menodong Chanwoo dengan pertanyaannya.
Wooseul hanya tersenyum, "Nama ku Park Wooseul."
Melihat hal itu Mingyu langung menarik tangannya dan beralih menggaruk leher bagian belakang yang sebenarnya tidak gatal.
"Salam kenal Wooseul-ah, bolehkan aku berteman dengan mu?"
"Boleh saja, Mian tadi aku tidak bisa menerima uluran tanganmu."
"Ahh.. Mianhae aku baru ingat jika kamu tidak boleh bersentuhan dengan orang lain kecuali dengan orang yang berhubungan darah dengan mu."
"Kamu tau darimana?"
Wooseul menatap Mingyu bingung karena jarang ada orang yang mengerti hal seperti itu di Korea Selatan yang mayoritas penduduknya adalah non-muslim.
"Kakak ku menceritakannya, dia punya teman yang beragama Islam sama seperti mu tapi bedanya teman kakak ku itu laki-laki."
"Jadi begitu."
Wooseul melirik jam tangan yang menempel pas pada tangannya, dia terkejut melihat jam tangannya itu.
"Mingyu-ssi aku ada kelas sekarang jadi mianhae aku duluan ya, Assalamu'alaikum."
Wooseul berlenggang meninggalkan Mingyu yang masih bingung harus menjawab Wooseul dengan apa.
***
"Hai Adikku yang cantik." Panggil Chanwoo dengan mencubit pipi chubby Wooseul.
"Sakit oppa." Wooseul merengek kesakitan, Wooseul mengeluarkan jurus manjanya pada Chanwoo. Karena dia biasa manja dengan Chanwoo selaku kakak sepupunya, bahkan dia jarang sekali bermanja-manja pada kakaknya.
"Aiyyyyy... Sedang apa mm? Tidak keluar lagi sama siapa itu hyung hyung hyung siapa itu ya?"
"Taehyung oppa"
"Ahhh.. Ya itu, jika dia bisa lewati satu tantangan dari ku aku akan merelakanmu dengannya." ucap Chanwoo yang berniat menjahili adik sepupunya ini.
"Ihh oppa apa-apa an sih"
Tanpa Wooseul sadari muncul semburat merah diwajahnya.
Sedang asik-asiknya mereka mengobrol tiba-tiba seseorang masuk kedalam obrolan mereka.
"Annyeong."
"Ahh kamu Mingyu yang tadi pagi itu kan?" tanya Wooseul ramah pada Minggyu.
Mingyu menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal, "Ne, apa aku boleh bergabung."
"Hehe, yah boleh saja." Wooseul tersenyum manis pada Mingyu membuat hati Mingyu berdebar lebih kencang dari biasanya.
"Ah ya Mingyu-ssi kenalkan ini Chanwoo oppa dia kakak sepupu ku dan dia selalu menemani aku seperti ini di kampus."
"Eoh?..." ucapan Mingyu terpotong
"Kami sudah kenal sayang, dia sefakultas dengan ku dan lagi dia selalu satu kelas dengan ku."
"Yakk.. Jadi oppa sudah mengenalnya hehe, Wooseul tadi pagi bertabrakan dengan Mingyu-ssi. Maaf ya Mingyu-ssi aku tadi tidak memperhatikan jalan dan selalu menunduk."
"Anniya, jeongmal.. Itu juga kesalahan ku, boleh aku bertanya? Jadi kalian berdua bersepupu? Dan kenapa kamu selalu menunduk itu bahaya jika kamu berjalan sambil menunduk seperti itu, bagaimana kalau kamu menabrak orang yang jahat.. Bisa bahaya" cerocos Mingyu.
"Auh Mingyu-ya kau terlalu banyak bertanya, biar aku yang menjawab. Iya benar kami bersepupu lalu kenapa? Dan dia selalu disudutkan oleh yang lainnya karena gaya berpenampilannya, yeoja lain selalu memandangnya aneh dengan penampilannya."
"Jadi begitu, boleh aku melindungi dari yeoja-yeoja gila itu?"
"Anni, anni.. Jangan tambahkan masalah untuk nya Mingyu-ya, jika kamu melindunginya itu akan jadi bumerang untuk Wooseul ku. Kau kan playboy."
Wooseul yang menonton pembicaraan Chanwoo dan Mingyu hanya melongo dengan cantik nya.
#############
WooKim✌✌

0 Response to "Assalamualaikum Mr. Kim _Part 5! Annyeong"
Post a Comment