-->

Assalamualaikum Mr. Kim _Part 3! Save Me


Bahagia, setiap orang mempunyai kebahagiaannya sendiri. Sama seperti Hanbin, yah Kim Hanbin salah satu orang yang mempunyai kebahagiaan.
Akan tetapi kebahagiaan itu terasa menghilang begitu saja saat dia mengetahui fakta, fakta bahwa yeoja yang dia sayang dan dia cintai selama ini menduakannya dan berselingkuh dengan namja lain dibelakangnya.
Hanbin melihat semua saat dia sedang mencari udara segar disalah satu taman dekat sungai Han, dia melihat Jihyun sedang bermesraan dengan namja lain dan bahkan mereka berciuman didepan umum.
Hatinya hancur berkeping-keping, dadanya sesak tiap kali di mengingat apa yang Jihyun lakukan dibelakangnya. Dia tidak ingin mendengar penjelasan apapun setelah ini, dia ingin mengakhiri semuanya termasuk juga hidupnya karena sekarang dia tengah berada dipinggir sungai Han. Dia menatap sungai Han seakan-akan dia ingin cepat-cepat menenggelamkan diri kedalamnya sekarang.
Dengan pandangan yang makin kosong Hanbin berjalan perlahan maju mendekati pinggiran sungai Han.
Hanbin terus melangkah maju Hingga......
Bugg..
Suara orang terjatuh terdengar. Bukan, bukan jatuh kedalam sungai Han tapi jatuh ketanah.
"Yakk.. apa kamu sudah gila? Kamu mau bunuh diri."
Teriak seorang gadis yang menarik Hanbin saat melangkah mendekati sungai Han, jika gadis itu tidak menarik Hanbin dengan cepat dia mungkin sudah tenggelam sekarang kedalam sungai Han.
Posisi Hanbin dan gadis itu sekarang adalah Hanbin tengah terbaring di tanah dengan tatapan kosong dan gadis yang menariknya sedang duduk disampingnya, gadis itu berusaha menyadarkan Hanbin kedalam dunia nyata.
"Astagfirullah.. kamu ini kenapa? Sadar." Teriak gadis ini lagi dan kali ini dia mencoba untuk menepuk pundak Hanbin.
Hanbin pun mulai merespon dengan apa yang gadis itu lakukan, dia bangun dan berusaha duduk dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kenapa kau menarik ku?" Tanya Hanbin.
"Kamu tanya kenapa? Jika aku tidak menarik mu mungkin sekarang kamu sudah tenggelam dan besok keluargamu akan mendengar berita kematian mu, mereka pasti akan sangat kehilangan mu jika saat itu aku tidak menarik mu. Kamu tidak sepatutnya seperti ini.. aku yakin kamu masih mempunyai keluarga." Ucap gadis itu.
Mendengar ucapan dari gadis itu Hanbin melamun karena dia menyadari sesuatu. Meskipun sehancur dan sesakit apapun hatinya sekarang akan lebih sakit dan hancur keluarganya, jika mereka sampai mendengar berita kematiannya besok pagi.
Tes!
Hanbin menangis, Dia sadar dan dia bersyukur karena gadis itu telah menariknya dan menyadarkannya. Itu artinya tuhan memang tidak menginginkan Hanbin melakukan itu dan Tuhannya mengirimkan seorang penyelamat untuknya.
"Hey.. kenapa kamu menangis?" Tanya gadis itu.
"A~aku merasa bersalah p~pada diriku sendiri dan juga pada keluarga ku..." Jawab Hanbin.
"Sudahlah.. yang penting sekarang kamu berada disini dan kamu bisa kembali pulang ke keluargamu.. dan aku berharap kamu tidak mengulangi hal seperti ini lagi." Kata gadis itu.
"Gomawo.. tapi boleh aku tau nama mu?"
Gadis itu tersenyum kemudian mengangguk, manis. Itu yang Hanbin pikirkan setelah melihat gadis itu tersenyum tulus kearahnya.
"Aku Hong Wooseul."
"Nama yang cantik."
"Gomawo."
Hanbin tersenyum sembari berdiri dan setelah itu dia berniat membantu Wooseul berdiri dengan mengulurkan tangannya.
"Mianhae.."
Wooseul mengucapkan maaf terlebih dahulu lalu dia berdiri sendiri tanpa menerima uluran tangan dari Hanbin, dan melihat itu Hanbin menarik tangannya dan tersenyum kikuk sembari mengusap tengkuk lehernya.
"Mianhae, aku tidak menerima uluran tangan mu.. tapi terima kasih karena kamu sudah berniat membantuku untuk berdiri." Ucap Wooseul.
"Ah Gweanchana.. meski aku tidak tau alasanmu tidak menerima uluran tanganku." Ujar Hanbin.
"Ah itu.. sebenarnya didalam agamaku tidak memperbolehkan seseorang yang berlawanan jenis bersentuhan kecuali jika punya hubungan darah atau suami-istri." Jawab Wooseul.
"Begitukah.. mianhae aku tidak tau itu."
"Gweanchana.. tapi memang banyak orang Korea yang tidak tahu menahu tentang agamaku."
"Memang apa agamamu?"
"Islam."
"Aku baru mendengar nama agama itu... Terkesan asing ditelinga ku."
Wooseul hanya tersenyum kecil.
"Wooseul-ssi bisakah kamu menemani ku sampai sore datang?" Tanya Hanbin berharap Wooseul menerimanya.
"Tapi....."
"Anggap saja ini sebagai ucapan terimakasih karena telah menarik ku dan menyelamatkanku." Cerah Hanbin memotong perkataan Wooseul.
"Baiklah."
****
"Mau pesan apa?" Tanya Hanbin.
"Coffelate." Jawab Wooseul.
"Hanya itu?"
Wooseul hanya mengangguk menanggapinya.
"Tunggu sebentar aku akan memesannya." Ujar Hanbin berlalu pergi meninggalkan Wooseul duduk sendiri dimeja dekat jendela.
Sambil menunggu Hanbin yang sedang memesan minuman Wooseul memilih menyibukkan diri dengan bermain ponsel dan mengecek chat yang masuk.
From : Joshua Oppa
Assalamuaikum... Seul-ah Masih di kampus? Mau Oppa jemput tidak?
To: Joshua Oppa
Walaikumsalam...
Anni oppa, aku sudah pulang dari kampus
Tapi sekarang aku ada di cafe dekat sungai Han, tempat biasa oppa ajak aku
From: Joshua Oppa
Dengan siapa?
Nanti pulang oppa jemput ya?
To: Joshua Oppa
Teman
Tidak usah oppa, aku pulang sendiri saja
Oppa pasti repot dikantor
From: Joshua Oppa
Ya sudah, padahal oppa pulang cepat dan mau jemput kamu
Kalau pulang hati-hati... Wassalamu'alaikum
To: Joshua Oppa
Iya oppa, Walaikumsalam...
"Serius sekali." Ucap Hanbin yang tiba-tiba muncul didepan Wooseul dengan membawa beberapa minuman dan makanan.
"Tidak juga." Ujar Wooseul Sambil tersenyum.
"Dari siapa namjachingu mu?"
"Bukan.. ini dari oppa ku, aku tidak boleh berpacaran."
"Oh ya? Kenapa?"
"Karena agamaku melarang."
"Banyak sekali larangan diagama mu.. apa kamu tidak tertekan?"
Wooseul menggelengkan kepalanya, "larangan itu dibuat memang untuk kebaikan kita sendiri, jadi untuk apa tertekan... Aku menjalaninya dengan sepenuh hati."
"Sepertinya aku tertarik untuk mengenal agama mu lebih dalam... Boleh aku belajar dari mu?"
Wooseul tersenyum, "tentu.. dengan senang hati aku akan mengajarimu."


##########



WooKim✌✌



0 Response to "Assalamualaikum Mr. Kim _Part 3! Save Me"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel